Fathan Faris Saputro beri materi literasi di Baitul Arqam guru Muhammadiyah se-cabang Laren

muhammadiyahlamongan-Baitul Arqam guru Muhammadiyah se-cabang Laren yang digelar di ranting Bulubrangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan selain diisi materi terkait pendidikan, ternyata juga diisi  materi literasi.

Dalam materi literasi tersebut  mengambil tema “Membangun Budaya Literasi”, dan narasumber Fathan Faris Saputro, salah satu aktifis literasi muda Muhammadiyah Lamongan.

Di hapadan peserta Baitul Arqam, Fathan Faris menyebutkan cara menumbuhkan motivasi instrinsik untuk membaca diantarnya penyediaan dan pemanfaatan bacaan-bacaan anak, baik fiksi maupun nonfiksi di sekolah.

“Bacaan-bacaan ini juga dapat digunakan sebagai pintu masuk pembahasan materi dalam pembelajaran nonbahasa. Apabila guru menggunakan bacaan ketika memulai pembahasan materi lintas kurikulum/tematik atau non bahasa,  minat siswa terhadap materi tersebut tumbuh dan mereka pun mampu menghubungkan materi tersebut dengan realitas keseharian mereka” kata Fathan Faris Saputro.

Baca Juga  Kuatkan Ukhuwah, Islam Jangan Sampai Tinggal Nama

Menurutnya, koleksi bacaan di sekolah harus yang berkualitas dan bervariasi, terdiri atas bacaan fiksi dan nonfiksi dengan variasi genre dan tema yang mempertimbangkan preferensi gender, usia dan ragam minat siswa.

“Koleksi bacaan fiksi menyediakan pilihan bacaan klasik dan populer, dengan cerita yang berkualitas baik, tokoh yang kuat, dengan nilai moral yang disampaikan dengan tanpa menggurui. Apabila memungkinkan, sediakan sumber bacaan cetak, digital dan audio” paparnya.

Baca Juga  Paradigma Islam Berkemajuan : Perspektif Hukum Islam

Fathan Faris Saputro juga menjelaskan guru dan tenaga pendidik yang mencintai bacaan tidak hanya sekedar meminta siswa membaca bacaan, namun juga membaca bersama dan mendiskusikan bacaan bersama siswa.

“Ketika mendiskusikan bacaan, guru dan tenaga pendidik dapat mengajak siswa untuk membicarakan kekuatan cerita. Mendiskusikan bacaan juga memfasilitasi perkembangan kemampuan berpikir siswa melalui bacaan” tegasnya

Fathan faris masih umur 19 tahun diamanahi MPK PDM Lamongan, tetapi bisa berbicara dengan santai menyampaikan materi literasi di depan hadapan guru-guru secabang Laren yang notabenya sudah lebih tua darinya. Semua peserta Baitul arqom juga mengapresiasi terhadap narasumber muda dengan penuh karya. (Rifqy Izza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here