Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Dr. Din Syamsuddin

Berawal Dari Ijtihad, Muhammadiyah Luruskan Kiblat Bangsa

Dr. Din SyamsuddinMuhammadiyahLamongan.com – Kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara disebut oleh Dewan pertimbangan MUI Pusat, Prof Din Syamsuddin sedang carut marut. Kondisi ini memicu potensi perpecahan ditengah tengah masyarakat, terutama umat islam. “Kondisi ini akan semakin parah bahkan akan memicu ketidakseimbangan nasional jika umat disudutkan dalam arena politik dan peran mayoritas nya”Seperti disampaikan Din Syamsuddin dalam acara pengajian rutin PDM Lamongan di SMK M 5 Babat pada Ahad, (29/01).

Din Syamsuddin yang juga Ketua PP Muhammadiyah dua periode tersebut juga menyampaikan tujuan bernegara harus sesuaI dengan cita cita nasional yaitu Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Dalam mewujudkan itu, Muhammadiyah mempunyai peran penting dalam meluruskan kiblat bangsa, sebagai bagian Amar ma’ruf nahi Munkar,” ungkapnya. Prof Din, sapaan akrab beliau, juga menyampaikan bahwa menurut ijtihad Muhammadiyah, kehidupan berbangsa kita hari ini telah terjadi dan tengah terjadi distorsi (perubahan makna) dan deviasi (penyimpangan) dari cita cita nasional yang telah diletakkan para pendiri bangsa.

“Itulah salah satu alasan, mengapa kita perlu meluruskan kiblat bangsa,”sambungnya.

Beliau juga menegaskan bahwa jihad konstitusi yang telah dilakukan Muhammadiyah adalah bagian dari meluruskan kiblat bangsa tersebut. “Jihad konstitusi adalah bagian dari meluruskan kiblat bangsa, dan Muhammadiyah harus turut bertanggung jawab dengan keadaan bangsa hari ini karena Muhammadiyah turut mendirikan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Menanggapi isu isu yang sedang terjadi hari ini, Din berpesan kepada 600 peserta yang hadir dalam acara tersebut untuk bermuhasabah bersama. “Kita harus muhasabah, kita harus berdayakan diri menjadi khairu ummah, kita ambil hikmah terbaik dari banyak peristiwa hari ini,” pesannya.

“Muhammadiyah jangan kehilangan jati diri, dan juga jangan lupa untuk lebih meningkatkan gerakan menghadapi pendusta agama yang secara jelas disebut dalam Al Qur’an dengan menyantuni fakir miskin, anak anak yatim dan dhuafa,”sambungnya. (Erfan S)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

LIK Lamongan, Sambangi Baitul Arqom Karyawan RSM Lamongan

Next Post

Panitia Minta Maaf ; Membludaknya Peserta Pengajian Bersama Din Syamsuddin di Babat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share