Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Guru : Sosok Yang Pantang Menyerah

Hari Guru Nasional terbentuk pada 25 November 1945, tepat 100 hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Hal ini sudah ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994.

Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November yang bersamaan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Pada hari tersebut kita harus bisa menunjukan penghargaan kepada guru kita atas segala jasa yang telah mereka berikan kepada kita.

Guru memiliki peran penting untuk anak didiknya, mulai dari menjaga, mengarahkan, dan membimbing siswa. Guru adalah sosok yang pantang menyerah dalam membimbing kita. Mereka dengan tulus dan ikhlas mendedikasikan waktunya agar para muridnya bisa menjadi individu yang lebih baik dan berguna bagi Bangsa dan Negara. Bahkan, mereka juga rela mendedikasikan waktunya untuk membentuk para generasi muda yang pintar dan berperilaku baik.

Jasa-jasa yang telah para guru berikan tidak bisa dibalas dengan apa pun. Dengan keberadaan guru, kita bisa menemukan potensi terbaik pada diri kita. Momen seperti ini kita cuma bisa memberikan ucapan kata-kata yang menyentuh hati bagi guru-guru.

Semua orang pasti tidak dapat mengingkari bahwa guru adalah sosok yang sangat berarti dalam hidup setiap manusia. Bagaimana tidak, tanpa seorang guru manusia tidak akan mengerti banyak hal yang ada di dunia ini.

Seperti dalam kitab Ta’lim Muta’allim disebutkan dalam mencari ilmu dibutuhkan enam perkara yaitu cerdas, sungguh-sungguh, sabar, adanya biaya, adanya guru, dan waktu yang lama (proses).

Memperingati Hari Guru Nasional adalah salah satu wujud penghormatan kita kepada guru. Oleh karena itu, jasa para guru tidak bisa dibalas dengan bentuk apapun.

Meski tidak ada perayaan khusus yang biasanya dilakukan, kita sebagai murid atau alumni siswa dapat memberi ucapan selamat Hari Guru  kita. Walaupun ucapan Selamat Hari Guru Nasional ini hanya sebuah kata-kata, namun para guru akan merasa bahagia.

Meski ucapan sekadar sebuah kata-kata, jika kamu menyampaikan atau mengirimkannya dengan tulus, pasti guru-gurumu akan bahagia dan merasa dicintai serta dihargai oleh muridnya.

Sosok guru harusnya dihormati karena jasanya, maka dalam tulisan ini, penulis memberikan cara hormati guru dalam Islam.

Seperti yang di tulis dalam PortalMadura.com. berikut Cara Hormati Guru dalam Islam

Pertama:Tidak Lupa Selalu Mnegucapkan Salam.

Banyak sekali anak didik zaman sekarang yang sulit mengucap salam saat berjumpa dengan gurunya. Entah malas atau malu sehingga yang ia lakukan hanyalah tersenyum atau bahkan kabur enggan dilihat gurunya di jalan. Ketahuilah sikap yang seperti itu sungguh tidak sopan dan tidak menghormati guru.

Maka hendaklah menghormatinya dengan mengucapkan salam ketika berjumpa dengannya di mana dan bagaimana pun keadaannya.

Kedua: “Sami’na Wa Atha’na”.

Mentaati guru adalah sebuah keharusan jika ingin mendapatkan keberkahan ilmu. Sebagai anak didik yang salih dan baik maka jalanilah apa yang guru perintahkan selama tidak dalam kemaksiatan. Terkadang seorang murid merasa bahwa guru bukanlah orang tua kandung jadi masa bodo mau taat atau tidak. Nah, sikap yang seperti itulah sangat salah besar sebgaimana hukum menuntut ilmu .

Ketiga: Bersikap Lemah Lembut.

Guru bukanlah orang tua kandung kita, namun mereka juga orang tua kita di sekolah. Mereka yang mendidik kita dengan penuh keikhlasan. Maka tidak sepantasnya apabila seorang murid berkata keras di hadapan mereka. Sebagai bentuk rasa hormat terhadap guru maka perlakukanlah mereka dengan baik dan mulia. Berbicara dengan lembut dan sopan. Tidak berteriak dan membentaknya.

Keempat: Bersikap Antusias Saat Guru Sedang Mengajar. Apabila saat belajar, Anda malah tidur atau mengobrol maka hal itu akan menyakiti hati guru yang sedang menyampaikan pelajaran. Sebab, sikap tersebut sama halnya dengan meremehkan dan tidak menghormati gurunya segaimana juga dalam fungsi iman kepada Allah.

Kelima: Selalu Berterima Kasih.

Meskipun guru tidak memberikan apapun yang bersifat material maka tetaplah berterimakasih padanya karena telah memberi ilmu yang sangat bermanfaat dan mampu mengubah akhlak dan pola hidup Anda. Serta membawa kesuksesan dalam mengarungi kehidupan sebagaimana cara bersedekah di bulan Ramadan .Apalagi anda diberi sesuatu oleh guru. sebaiknya langsung berterimakasih dan jangan malu, sungkan atau gengsi untuk mengucapkannya. Karena sikap tersebut sangat mulia dan sebagai bentuk rasa hormat kita terhadap guru.

Keenam: Mendengarkan Nasihat Guru.

Pada hakikatnya guru adalah orang tua kita saat berada dilingkungan sekolah. Maka sudah selayaknya dan sangat wajar jika mereka selalu memberi arahan dan nasehat terhadap anak didiknya, supaya menjadi manusia yang berguna dan sholih. Sebab itulah dengarkan nasehat mereka, selama tidak melanggar perintah Allah maka taatilah dan hormati nasehat mereka. Hendaknya sebagai seorang anak tidak membantah nasehat seorang guru.

“Selamat Hari Guru. Kami tidak pernah bisa cukup berterima kasih atas dedikasi, kebijaksanaan, dan tanggung jawab Anda.”

Semoga tulisan ini bisa memberikan pengertian bagi mara pelajar. Bahwa guru adalah sosok yang sangat penting dalam hidup kita.

penulis: Alfain Jalaluddin Ramadlan ( Alumni Ponpes Al Mizan Muhammadiyah Lamongan)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Milad Muhammadiyah, SMPM 25 Pondok Modern Paciran Gelar lomba Se-Jatim

Next Post

Sambut Tamu, HW MIM 1 kebalandono Tampilkan Atraksi Parade Simaphore

Read next
0
Share