Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Hari Guru: Siswa MI Muhammadiyah 08 Tulung Ingatkan Pentingnya Sapaan, Tidak Menyapa di Ibaratkan Kipas Rusak

MuhammadiyahLamongan.com – Pada peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Guru Muhammadiyah, siswa-siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 08 Tulung menggelar upacara yang penuh makna di halaman perguruan Muhammadiyah Tulung. Dalam pidatonya, A. Masyhuri, S.Pd.I, Kepala Madrasah MI Muhammadiyah 08 Tulung, memberikan perumpamaan menarik terkait perilaku siswa terhadap guru.

“Siswa yang baik adalah siswa yang tidak akan pernah melupakan guru dan jasa-jasanya sepanjang hidupnya. Apabila ada siswa yang belum lulus sekolah atau yang sudah lulus dari suatu lembaga pendidikan ketemu gurunya di jalan, tidak mengucapkan salam dan tidak menyapa guru tersebut, maka siswa tersebut diibaratkan kipas yang rusak,” ujar A. Masyhuri dalam pidatonya.

Upacara Hari Guru ini diikuti oleh 80 peserta, terdiri dari 55 siswa MI Muhammadiyah 08 Tulung, 15 siswa TK Aisyiyah Tulung, dan 10 dewan guru Perguruan Muhammadiyah Dusun Tulung Desa Wanar, kecamatan Pucuk – Lamongan pada hari Sabtu, (25/11/2023).

Momen ini dianggap sebagai kesempatan untuk mengingatkan semua orang untuk senantiasa menghargai dan mengenang jasa para guru yang telah mendidik dan membimbing generasi muda dalam ilmu pengetahuan dan akhlak. A. Masyhuri juga menekankan bahwa seorang guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan dan akhlak, tetapi juga senantiasa mendoakan kesuksesan dan keberkahan bagi siswa-siswinya.

“Bagaimana bisa kita melupakan mereka yang menunjukkan pada pengetahuan? Guru bukan hanya orang tua di rumah atau pengajar di lembaga pendidikan, tetapi juga setiap individu yang menunjukkan kita pada pengetahuan, baik itu lebih tua atau lebih muda. Mereka adalah guru yang berjasa mengantarkan kita pada keilmuan dan wawasan,” tambahnya.

Dalam pandangannya, guru di dunia terdiri dari orang tua, guru di lembaga pendidikan, dan setiap orang yang membimbing kita pada pengetahuan. Ia juga memberikan pesan kepada generasi penerus untuk tetap semangat dalam belajar dan menuntut ilmu, karena kebaikan tersebut akan kembali pada diri mereka sendiri.

Setelah upacara Hari Guru Nasional, siswa-siswa menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan pada guru-guru mereka dengan memberikan kue dan berbagai macam hadiah. Geste tersebut membuat guru-guru terharu dan siswa pun merasakan kebahagiaan yang mendalam. Semua ini menjadi momen indah yang memperkuat ikatan antara guru dan siswa di Madrasah MI Muhammadiyah 08 Tulung. (*)

Reporter Listi Iklimah. Editor Fathan Faris Saputro.

2
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Memperingati Milad Muhammadiyah Ke-111 dan Pengukuhan PRNA Singgang Periode 2022-2026

Next Post

Ketua PDM Lamongan Ajak Bangun Generasi Qurani di Wisuda TPQ Al-Ikhlash ‘Aisyiyah Sugihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share