MuhammadiyahLamongan.com – Perbedaan pemikiran dikalangan muslim sudah terjadi beberapa abad silam. Bahkan disinyalir perbedaan di dunia islam ini muncul usai Nabi Muhammad wafat.

Munculnya perbedaan itu tidak lepas dari pengaruh aliran teologi klasik hal itu disampaikan Pradana Boy saat Kajian Rutin AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Lamongan, Ahad (30/4) bertempat di Halaman Parkir Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan.

Menurut, Boy tanyakan pada tiga orang muslim tentang sesuatu permasalahan maka kamu akan mendapat sembilan jawaban yang berbeda.

“Perbedaan itu muncul karena orang itu beda memandang tetang kesempurnaan. Pasalnya, kesempurnaan yang mereka bayangkan itu cacat”,tambah pria yang menjadi Anggota Presedium Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) ini.

Baca Juga  Intelektual Profetik Sebagai Dasar Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah

Lebih lanjut, Boy mengungkapkan, perbedaan itu muncul karena adanya ambigu sebuah topik akan menimbulkan tafsir yang beda-beda. Ia menjelaskan, karena tiap orang akan memahami sebuat ayat dengan berbeda-beda penafsiran.

“Perbedaan itu akan muncul akibat setiap orang itu punya orientasi atau tujuan berbeda-beda. Dia mencontohkan, perbedaan kepentingan seseorang akan berakibat cara pandang berbeda”, jelasnya.

Taklit pada orang dahulu membuat cara padang seorang muslim akan berbeda. Boy menceritakan, muslim di Suriname punya dua kiblat, saat sholat ada yang menghadap ke barat dan timur. Mereka yang menghadap barat karena muslim yang berasal dari jawa, menurut mereka karena menghadap kebarat sudah diajakarkan oleh orang tua mereka.

Baca Juga  Cegah Ozon Rusak, PCPM Sugio Hijaukan "Bumi Bandeng Lele"

“Cinta kepada pemimpin. Pasalnya, seorang muslim yang punya pimpinan beda akan membuat cara pandang orang akan berbeda. Dia menjelaskan, orang yang rasa cintanya pada pimpinanya tinggi maka akan berakibat apa yang disampaikan pimpinanya maka akan selalu dipatuhi”, pungkasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here