Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Najih Prasetyo: Pernikahan Bukan Bisnis, Tapi Ibadah

MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan dan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan menyelenggarakan Seminar Keluarga Sakinah dan Halal Bihalal pada hari Rabu (1/5/2024). Acara berlangsung di Masjid Asy-Syifa, Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Dalam kesempatan ini, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Najih Prasetyo, memberikan ceramah yang menggugah hati.

Dalam ceramahnya, ia menyoroti pentingnya memahami esensi pernikahan dalam perspektif agama dan kehidupan berumah tangga. Ia menekankan bahwa dalam Islam, pernikahan bukanlah sekadar transaksi bisnis, melainkan ibadah yang harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan ketulusan.

“Istrimu adalah pakaianmu dan sebaliknya suamimu juga pakaianmu,” ungkapnya, merujuk pada ajaran dalam Islam yang menekankan kedekatan dan ketergantungan antara suami dan istri dalam pernikahan. “Pakaian pada dasarnya fungsinya untuk menutupi, sama halnya dalam aspek pernikahan kita punya fungsi untuk menutup kekurangan-kekurangan yang ada pada pasangan kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika seseorang masih menghitung untung rugi dalam pernikahan, maka ia sebenarnya masih memandang pernikahan sebagai transaksi bisnis. Hal ini, menurutnya, dapat membahayakan keberlangsungan hubungan rumah tangga. “Pernikahan itu ibadah, bukan bisnis. Jadi, jika kita memiliki pasangan yang tidak sesuai dengan harapan kita, hendaklah kita syukuri sebagai ujian hidup dan penghapus dosa hingga akhir hayat,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya introspeksi diri dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. “Jika ada keluarga atau hubungan suami-istri yang tidak baik, kembali lagi kepada diri kita. Tanyakan pada diri kita, adakah hal yang salah atau yang kita lupakan dalam perspektif kehidupan hati kita. Kita harus sering introspeksi diri untuk memastikan bahwa keluarga kita akan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah,” imbuhnya. (*)

Reporter M Fahrul Rossy. Editor Moch Muzaki.

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Milad Pemuda Muhammadiyah Ke 92

Next Post

Bupati Lamongan Berterima Kasih Kepada Seluruh Insan Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share