Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Jadi Pemimpin Jangan Cuma “Kober”, Tetapi Jadilah Pemimpin Yang “Sibuk”

57 sec read

musyran-prm-takerharjo

MuhammadiyahLamongan.com – Hari ini, senin (12/12) PRM Takerharjo¬† menyelenggarakan musyawarah ranting (musyran) ke-10 di Takerharjo Solokuro. Dalam acara ini dihadiri oleh PWM Jawa Timur, yaitu Najib Hamid selaku wakil ketua PWM sekaligus sebagai penceramah umum. Dalam acara ini dilaksanakan pula beberapa kegiatan untuk menyemarakkan acara tersebut, adapun beberapa rangkaian kegiatan meliputi sunat massal, pengobatan gratis untuk warga secara umum, dan pawai ta’aruf.

Sebelum kegiatan musyran dimulai, paduan suara dari group Nasyiatul Aisyiyah menampilkan beberapa lagu yang membuat suasana menjadi lebih hidup. Selain itu, ikut memeriahkan group drumband dari sekolah yang dibawah naungan persyarikatan Muhammadiyah.

Nafi, M.Pd selaku ketua PC Muhammadiyah Solokuro dalam sambutannya mengatakan, memilih pemimpin itu yang mampu memimpin, sehingga kedepan ranting lebih baik. Alhmdulillah ranting Takerharjo termasuk ranting yang bisa dijadikan contoh bagi ranting lain, ini bisa dilihat dari sayok dan kekompakan anggotanya. Terbukti setiap kali ada kegiatan selalu kompak dalam mensukseskan kegiatan, begitu pula dari sisi sosial warganya setiap kali ada pembelian tanah maupun pembangunan amal usaha muhammadiyah selalu sukses.

Pemimpin sebaiknya jangan cuma “kober”, karena kober saja tidak bisa memberikan sumbangsih yang baik bagi organiisasi, tetapi cari dan pilihlah pemimpin yang sibuk. Seorang pemimpin yang sibuk menandakan bahwa pemimpin tersebut mempunyai kualitas baik dalam organisasi maupun diluar organisasi. Hal ini senada dengan ucapan yang disampaikan oleh Najib Hamid saat memberikan tausiah dihadapan peserta musyran.

“memilih pemimpin itu yang sibuk, karena dengan kesibukan itu menandakan kemampuan dari orang tersebut, hanya saja tinggal menata jadwal keluarga dan organisasi. Kalau memilih orang yang kober, menurutnya jangan, karena dia mencari kesibukan atau pekerjaan untuk dirinya sendiri mana mungkin bisa membuat kesibukan untuk organisasi,” kata Najib Hamid. (Mar’atus/Red)

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *