Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Kajian AMM Lamongan Diantara Arus Dan Bui

pradana boyMuhammadiyahLamongan.com – Kajian Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Lamongan yang diprakarsai oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Lamongan baru kali ini kegiatan terselengara sesuai dengan rencana.

Kegiatan tersebut tidak seperti sebelumnya selalu digelar di dalam ruangan. “Alhamdulillah kajian bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pasalnya, sebelumnya kegiatan yang direncana di halaman parkir Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan selalu dialihkan kedalam gedung akibat cuaca yang tidak mendukung, akhirnya malam ini terealisasi” ungkap Sutono Ketua PDPM Lamongan, Jum’at (24/2) malam.

Kegiatan kali ini mendatangkan pemateri Pradana Boy ZTF adalah anggota Presidium Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) juga menghadirkan pembading utama, Sutikno JIMM Lamongan. Kedua pemateri tersebut aktivis asal Lamongan.

Saat memaparkan materi didepan peserta, Boy mengatakan “kegiatan seperti ini itu penting sekali. pasalnya, ini merupakan salah satu bentuk kegiatan menjaga dan menumbuhkan budaya literasi tradisional”.

Ia menjelaskan, diera kekinian budaya literasi tradisional sering tergantikan dengan literasi android. Dengan bertemu langsung atau sambung fikir ini bisa menjawab banyak hal.

Lebih lanjut, Boy mengatakan meski demikian, ibarat sebuah “Arus dan Bui” menjaga tradisi literasi tradisional ibarat menapaki jalan arus tidak kentara, sunyi dan sepi peminat. Berbeda dengan literasi android ibarat bui yang sangat kelihatan hingar bingarnya banyak peminat tapi mudah cepat hilang terkadang tidak jelas sumbernya.

Boy mengajak, mari kita memelihara tradisi literasi tradisional karena disini pengetahuan itu akan mucul. Jangan meningalkan membaca buku dari pada membaca file di internet. Meski internet juga penting agar tidak gagap teknologi.

Dalam kajian rutin AMM Lamongan di ikuti oleh sekitar 50an peserta dari unsur Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Hizbul Wathan dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah.(red)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Mantapkan Proker, IPM MAMDA laksanakan Technical Job of Leader

Next Post

Guru Aisyiyah Harus Hebat, Menjadi Guru Biasa, Baik dan Ulung Saja Tidak Cukup

Read next
0
Share