Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

LKL Sebagai Bekal Dakwah Santriwan/i Sebelum Diwisuda

MuhammadiyahLamongan.com – Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan terus mengembangkan perannya sebagai kaderisasi ulama, mubaligh dan pemimpin. Hal tersebut dibuktikan dengan menerjunkan santriwan/I kelas akhir untuk berdakwah dimasyarakat. Kegiatan yang bertajuk Latihan Kerja Lapangan (LKL) tersebut diharapkan dapat memberikan bekal dakwah kepada santriwan/I sebelum lulus dan diwisuda.

Kegiatan yang dilaksanakan di dua kecamatan yakni kecamatan Solokuro dan Brondong tersebut dibuka di masing masing pendopo kecamatan pada Rabu-Kamis,(19-20/4) serta dihadiri oleh banyak tokoh. Termasuk Camat, Kapolsek, Danramil, PCM, PRM dan tokoh masyarakat.

KH Sutaman, Direktur Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Lamongan menekankan pentingnya menjaga hubungan baik kepada masyarakat sekitar. “Berdakwah di masyarakat harus pandai pandai menempatkan diri, berbaur dengan masyarakat, bermanfaat bagi masyarakat dan jadilah pembelajar yang baik,” pesannya dihadapan seluruh peserta LKL. Dihadapan seluruh undangan dan peserta, KH Sutaman juga menyampaikan bahwa santri santri Al Mizan masih membutuhkan bimbingan dari semua masyarakat. “Santri santri kami sejatinya sudah dibekali banyak hal di pesantren, mulai pelajaran agama sampai pengetahuan yang lain, saya mohon kepada seluruh masyarakat untuk terlibat aktif menyempurnakan keilmuan santri santri, sebagai bekal dakwah dimasyarakat,”jelasnya.

Kedua Pimpinan Cabang, baik Solokuro maupun Brondong menerima dengan baik kehadiran santri santri Al Mizan ini dan sangat terbantu untuk menggerakkan masyarakat. Ketua PCM Brondong salah satunya, Mat Iskan menyampaikan bahwa jangan bangga hanya menjadi guru, ustad, dan lain sebagainya. “Menjadi guru dan ustad sangat baik, tapi alangkah lebih baiknya juga menjadi pemimpin untuk masyarakat, mengherankan perubahan untuk masyarakat”pesannya.

Panti asuhan dan pondok pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menerjunkan 60 santriwan/I selama dua Minggu. Tidak hanya berdakwah, mereka juga diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan di masyarakat dalam berbagai hal. (Irvan)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

IPM Lamongan Segera Luncurkan Rumah Inspirasi dan Ransel Pustaka

Next Post

Begini Perkembangan Organisasi yang Diharapkan Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share