Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Menyegarkan Kembali Bermuhammadiyah

MuhammadiyahLamongan.com – “Kita jangan terlena dengan perkembangan Muhammadiyah, yang semakin hari terus diperhitungkan, tapi disisi lain ada gerakan-gerakan dari tetangga yang agresif mengembangkan dakwahnya”, begitu analisis yang disampaikan oleh Hakam Mubarok, dalam pengajian iftitah Turba PDM Lamongan.

Lebih lanjut pengasuh ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran ini, berpesan agar para pimpinan Muhammadiyah di semua tingkat tidak cepat puas dengan perkembangan lokal, tapi hendaknya berekspansi ke sekelilingnya. Karena ada sebagian pimpinan yang “merasa” besar di tempatnya sehingga menyebabkan tidak mau berbuat secara kreatif, karena menganggap dakwahnya telah selesai. Inilah salah satu penyakit dakwah.

Mubarok juga menengarahi ada beberapa anggota di sebuah tempat yang mulai luntur semangat bermuhammadiyah. Hal ini harus segera diantisipasi agar tidak menular yang lain.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung dakwah Muhammadiyah Solokuro, Ahad, 14 Mei 2017, ini dihadiri 4 cabang, Solokuro, Paciran, Laren dan Brondong.

Shodikin, ketua PDM Lamongan dalam paparan di hadapan 150 peserta turba, menyampaikan hendaknya keunikan dan keunggulan di Cabang dan Ranting terus dipertahankan, dikembangkan dan merata potensinya. Desa-desa yang belum berdiri ranting, hendaknya terus dikawal sehingga suatu saat terbentuk organ dakwah, tuturnya.

Lebih lanjut shodikin juga menekankan, anggota dan pimpinan dalam menyikapai keputusan apapun dari pimpinan di atasnya tidak ada kata lain kecuali samikna wa atho’na. “kalau sudah ada keputusan dari atas, maka tidak ada diskusi lagi, kecuali melaksanakan”, tandasnya.

Shodikin juga berharap pimpinan turut berperan aktif di pemerintahan mulai dari tingkat desa dengan menempati posisi-posisi tertentu. Hal ini akan memudahkan perjalanan dakwah Muhammadiyah.

Jajaran anggota pdm yang iikut serta dalam turba, Shodikin, Achmad Zaini, Kasuwi Thoriq, M. Ghufron, Hakam Mubarok, Subagio dan Tsabit. Selain itu juga unsur majelis dan lembaga PDM turut menyertai.

Di tempat yang sama, Ghufron wakil ketua Pimpinan Daerah, mengatakan bahwa dakwah Muhammadiyah itu solutif, tidak memberi beban dan meninggalkan persoalan, tidak sekedar glamaor dan spontanitas setelah itu hilang, tapi Muhammadiyah mengawalnya sampai tuntas. Tentu ini membutuhkan energi yang tidak ringan, maka dibutuhkan kekompakan antar pimpinan.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan kreasi seni dari Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah Solokuro yang membawakan lagu-lagu relegi yang sangat memukau. Tidak ketinggalan juga penampilan siswa SD Muhammadiyah Solokuro yang menampilkan lagu-lagu renyah dan enak didengar.⁠⁠⁠⁠

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Menentukan Arah Kiblat

Next Post

Ajang Mengasah Kemampuan

Read next
0
Share