Fathan Faris Saputro Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama. Instagram : @fattfaris_

Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Muhammadiyah Bukan Kaleng-Kaleng Tapi Bikin Orang Geleng-Geleng

1 min read

MuhammadiyahLamongan.com – Acara Tabligh Akbar yang dihadiri dan diisi oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Mu’thi, MEd yang diselenggarakan dalam rangka Musyawarah Ranting (Musyran) ke-13 Muhammadiyah dan ke-9 ‘Aisyiyah Sedayulawas.

Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Perguruan Muhammadiyah Sedayulawas pada hari Senin (31/7/2023) yang dihadiri oleh 1000 jamaah Tabligh Akbar.

Mengawali, Prof Abdul Mu’thi menyampaikan bahwa Muhammadiyah itu bukanlah kaleng-kaleng tetapi Muhammadiyah bikin orang geleng-geleng. Agar Muhammadiyah bikin orang geleng-geleng maka seluruh elemen Muhammadiyah beserta ortomnya baik pimpinan maupun anggota untuk terus menebar kebaikan dan kemanfaatan di segala sektor baik segi keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan dan di sektor lainnya.

Lanjutnya, Prof Abdul Mu’thi memotivasi seluruh jamaah bahwa “Ranting itu penting”, keberadaan Muhammadiyah yang berada di ranting sangatlah penting dan strategis untuk membawa kemajuan dan kemanfaatan. Muhammadiyah ranting menjadi ujung tombak dan akar rumput pergerakan secara nyata bagi Muhammadiyah. Maka hidup-hidupilah gerakan Muhammadiyah di ranting ini dengan sungguh-sungguh dan semaksimal mungkin.

Untuk membangun gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan khususnya di ranting, maka Prof Abdul Mu’thi memberikan lima modal kunci strategis untuk membawa kemajuan Muhammadiyah. Lima modal hal tersebut yakni: Modal Spiritual, modal intelektual, modal sosial, modal moral dan modal jaringan.

Kelima modal diatas saling keterkaitan dan saling menyempurnakan. Maka sebuah keharusan bagi pimpinan Muhammadiyah untuk memiliki kemurnian ketauhidan, keluasan pemikiran, memperbanyak kemafaatan kebaikan, kekuatan integritas dan banyaknya sosial jaringan di internal maupun eksternal persyarikatan.

Untuk menggapai kehidupan di dunia yang baik dan hasanah maka ada empat indikator kebaikan dunia yakni hidup bahagi dengan rezeki yang lapang, sehat jasmani dan rohani, keluarga yang sholih dan sholihah, dan cita-cita yang terkabul.

Adapun untuk menggapai kehidupan di akhirat yang hasanah, maka ada tiga indikator yakni selamat dari neraka, masuk surga dan dirodhi oleh Allah.

Sebelum mengakhiri pidatonya, Prof Abdul Mu’thi mengucapkan selamat dan sukses Musyawarah Ranting ke-13 Muhammadiyah dan ke-9 ‘Aisyiyah Sedayulawas. (*)

Reporter¬†Ma’in

Fathan Faris Saputro Pemuda yang senang belajar dan berbagi dengan sesama. Instagram : @fattfaris_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *