Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Tahfidz Al-Qur’an Tematik, Cara Mudah Paham Makna

Membaca alquran dengan metode tematik
Seminar cara menghafal Al Qur’an dengan metode TQT di Brondong (izza)

MuhammadiyahLamongan.com – Banyak orang berpendapat bahwa menghafal al-Qur’an itu sulit, tepi berbeda dengan Lailatul Fithriyah Azzakiyah, guru SD AISYIYAH Malang. “Menghafal al-Qur’an itu tidak susah, , asal ada kemauan dan menggunakan metode yang tepat” ungkap Lailatul Fithriyah Azzakiyah, saat mengisi materi dalam Seminar cara menghafal Al Qur’an dengan metode TQT yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong. Kabupaten Lamongan.

Menurut Laila, panggilan Lailatul Fithriyah Azzakiyah, metode Tahfidz a Al-Qur’an Tematik (TQT) adalah satu metode untuk menghafal Al-Qur’an dengan cepat. “Pada awalnya pembelajaran TQT ini saya terapkan pada putri saya Intan, sejauh ini sudah mampu menghafal lebih kurang 40-an kisah-kisah tematik yang terdapat dalam Al Quran. Setelah itu diuji cobakan ke lembaga sekolah, diniyah” kata Laila. Metode ini juga bisa diterapkan pada semua usia dan mendapatkan hasil yang positif.

“TQT sendiri merupakan salah satu metode menghafal Al-Qur’an paling mutakhir, dengan cara mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan tema tertentu, terang Laila. Metode tersebut merupakan hasil dari perenungan dan kepedulian, karena melihat banyaknya masyarakat kita yang hafal Al-Qur’an namun belum faham maknanya. MetodeTahfidz al Quran Tematik merupakan metode menghafal al Quran dengan cara mengumpul kanayat-ayat yang berkaitan dengan tema tertentu. Metode ini menjadikan ayat-ayat yang dihafal lebih dekat dengan dunia anak. Seperti ayat-ayat tentang kisah nabi, orang-orang shaleh, binatang, kejadian alam, hingga sains dan teknologi. Penyampaian materi hafalan dibuat semenarik mungkin agar anak tidak merasa terpaksa menghafal.

Metode pembelajaran melalui teknik kisah yang selama ini diyakini sangat efektif bagi anak, akan menjadi metode pembuka sebelum penyampian materi pokok. Selama penyampaian materihafalan, anak seakan menyelami kisah sembari berdialog, mengenalkan makna perkata dan kandungannya serta menanamkan pesan-pesan moral pada anak, Lanjut Laila yang juga istri Dr. Pradana Boy ZTF, MA KetuaPimpinan Wilayah PemudaMuhammadiyah (PWPM) JawaTimur.

“Alhamdulillah, banyak masyarakat yang mulai mengapresiasi Metode TQT.
Selainitu kami juga membentuk komunitas yang kami beri nama Ikatan Hafizhah danDa’iyah Alumni Nasyi’atul ‘Aisyiyah (IHDANA) di Malang. Terang wanita asli Dusun Mencorek, KecamatanBrondong Lamongan yang sudah menetap di Malang,

Seminar cara menghafal Al Qur’an dengan metode TQT yang dilaksanakan PCM Brondong sendiri dihadiri puluhan peserta dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Cabang Nasyiyahtul Aisyiyah (PCNA) serta guru T-K dari perguruan Muhammadiyah se-kecamatan Brondong. (red/ Kontributor Izza)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

PCM Turi Bercita-cita Wujudkan Ekonomi Warga Yang Berkemajuan

Next Post

Masfuk, SH : Lulusan SMK Muhammadiyah Harus Optimis Tatap Masa Depan

Comments 1

Comments are closed.

Read next
0
Share