Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Tiga Pokok Pemikiran Yang Harus Dimiliki Muhammadiyah

musycab muhammadiyahMuhammadiyahLamongan.com – Meski dianggap telat dari jadwal yang telah ditetapkan oleh PD. Muhammadiyah Lamongan, namun gelaran Musyawarah Cabang VIII Muhammadiyah-‘Aisyiyah Brondong yang dilaksanakan pada hari Ahad, 02 Dzulhijjah 1437 H. bertepatan dengan 04 September 2016 M di Perguruan Muhammadiyah Brengkok, banyak dipergunjingkan oleh masyarakat sekitar, pasalnya gelaran event 5 (lima) tahunan tersebut betul-betul penuh kesemarakan yang memukau masyarakat, hal itu dirasa sangat wajar karena sehari sebelum pelaksanaan Musycab diawali dengan pawai ta’aruf yang melibatkan ribuan (±7000) peserta yang berasal murid-murid TK. ‘Aisyiyah, Pelajar Muhammadiyah dari SD/MI sampai MA/SMA/SMK, Ibu-ibu ‘Aisyiyah, Muhammadiyah dan seluruh ortom yang ada di wilayah kecamatan Brondong, disemarakkan pula dengan beberapa grup marching band dari perguruan Muhammadiyah dan kesenian tradisional Tongklek, dan publikasi yang optimal selama kurang lebih sebulan sebelumnya. Itulah mengapa musycab kali ini oleh sebagian orang dikatakan Musycab berasa muktamar.

Pelaksanaan Musycab VIII Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Brondong yang mengusung tema “Gerakan Dakwah Menuju Brondong Berkemajuan” diharapkan mampu membawa perubahan, tidak hanya secara organisatoris namun juga visi dan aksi kedepan yang lebih konkrit dan terlihat nyata manfaatnya oleh warga Muhammadiyah di kecamatan Brondong khususnya dan seluruh lapisan masyarakat pada umumnya. Hal itu sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Bpk. Dr. H. Anwar Abbas, MM. M.Ag. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Sekretaris Jendral MUI, yang berkesempatan hadir memenuhi undangan panitia. Dalam sambutan pencerahannya, ada beberapa pokok pikiran beliau yang disampaikan, Pertama, sebagaimana filosofi tikus dan kucing, warga Muhammadiyah harus berani menatap kedepan dengan kepercayaan tinggi sebagaimana mata kucing yang tajam dan tidak takut tantangan, tidak seperti tikus yang hanya berani berkoar ketika tidak ada tantangan. Muhammadiyah kedepan memiliki tantangan yang lebih berdinamika yang memerlukan keberanian Pimpinan untuk bertindak secara tegas dan cerdas. Kedua, tidak ada bangsa satupun di dunia ini yang mampu mempertahankan kekuasaannya, oleh karenanya hal tersebut menjadi pedoman bagi kita bahwa kekuasaaan harus lebih didominasi dengan niat beramar ma’ruf yang lebih tinggi yang dimiliki oleh ummat Islam. Ketiga, bahwa Muhammadiyah harus kuat secara finansial, oleh karenanya memaksimalkan seluruh potensi lokal dalam kerangka menguatkan ekonomi Muhammadiyah harus terus digiatkan, hal ini penting, mengingat Muhammadiyah memiliki banyak agenda kerja yang semuanya harus ditopang dengan kekuatan finansial yang memadai, ketika Muhammadiyah kuat secara ekonomi, maka sangat mudah untuk menjembatani setiap problem keumatan yang rata-rata akar masalahnya ada pada sektor perekonomian.

Ada peristiwa unik, ketika Bpk. Anwar Abbas pergi ke belakang untuk membuang hajat, beliau membaca ada tulisan pesan dalam kamar toilet, bahwa ketika masuk kamar toliet tersebut harus melepas sandal/sepatu yang dikenakan, jika melanggar akan dikenakan denda sebesar Rp. 2.000,-. Pesan tertulis tersebut memang sengaja dipasang oleh PR. IPM MTs. Muhammadiyah Brengkok sebagai upaya menjaga kebersihan toliet. Kebetulan karena pak Anwar susah untuk membuka sepatu akhirnya ia putuskan tetap memakai sepatu meski beliau sudah membaca pesan tersebut. Hal yang tidak disangka dan patut menjadi contoh bagi kita semua adalah Ketaatan seorang Pimpinan Muhammadiyah terhadap peraturan, meski yang membuat peraturan itu adalah ortom Muhammadiyah yang levelnya berada di tingkat ranting. Serta merta beliau kemudian mengumumkan kesalahannya dan membayar denda tersebut sebesar Rp. 50.000,- yang diberikan langsung kepada Ketua PR. IPM MTs. Muhammadiyah Brengkok dihadapan hadirin yang memadati acara tersebut, Salut dan patut dicontoh.

Diakhir tulisan ini kami informasikan, bahwa Musyawarah Cabang VIII kali ini berjalan sukses dan lancar, dilalui sesuai dengan prosedur yang ada dan berdasarkan AD/ART Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, terpilihlah Bpk. Drs. Mat Iskan sebagai Ketua PC. Muhammadiyah periode 2015-2020 dan Ibu Hj. Lailatul Badriyah sebagai ketua PC. ‘Aisyiyah Brondong periode yang sama. Terpilihnya kedua kader terbaik tersebut memenuhi harapan agar mampu membawa roda persyarikatan sebagai amanah yang harus dijalankan sebaik-baiknya. Selamat, dan semoga Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Brondong semakin berkemajuan. (elhuda80)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Konsistensi Dakwah Muhammadiyah Dalam Bidang kesehatan Dan Pendidikan

Next Post

Mantapkan Ideologi Pemuda Muhammadiyah

Read next
0
Share