muhammadiyahlamongan.comPimpinan Daerah ‘Aisyisiyah (PDA) Kabupaten Lamongan  akan menggelar lokarya Asuhan Paliatif Terpadu di Aula Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) pada Rabu (20/2) mendatang.

Menurut Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyisiyah (PDA Lamongan, Sumu Zanarofah lakarya tersebut bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan kesadaran multi pihak tentang asuhan paliatif terpadu, khususnya bagi kader ‘Aisyisiyah Lamongan.

“Selain itu untuk menumbuhkan komitmen multi pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan asuhan paliatif terpadu serta untuk mendapatkan pembelajaran dari praktik baik asuhan paliatif terpadu” kata Sumu Zanarofah

Sumu Zanarofah juga menjelasan dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi perempuan, ‘Aisyiyah berinisitif melakukan upaya pencegahan dan pendampingan penanganan kanker serviks dan payudara. Kedua kanker tersebut merupakan penyebab kematian terbanyak pertama dan kedua bagi perempuan akibat kanker. Pengurangan kematian akibat kanker juga menjadi target dalam Tujuan 3 Sustainable Development Goals (SDGs)

Sumu Zanarofah juga memaparkan  menurut sumber referensi WHO2002 dalam proses pendampingan pasien kanker, dibutuhkan upaya-upaya asuhan paliatif,yaitu pendekatan yang bersifat holistik untuk memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui pencegahan dan peniadaan melalui identifikasi dini dan penilaian yang tertib serta penanganan nyeri dan masalah-masalah lain, fisik, psikososial dan spiritual.

Baca Juga  Dr. Biyanto, M.Ag : Berhijrah Bisa Dilakukan Dengan Berinvestasi Pada Generasi Muda

Selain itu, pasien dengan penyakit kronis atau mengancam jiwa tidak hanya mengalami berbagai masalah fisik seperti nyeri, sesak nafas, penurunan berat badan, gangguan aktivitas tetapi juga mengalami gangguan psikososial dan spiritual yang mempengaruhi kualitas hidup pasien dan keluarganya. Maka kebutuhan pasien dengan penyakit tersebut tidak hanya pemenuhan/pengobatan gejala fisik, namun juga pentingnya dukungan terhadap kebutuhan psikologis, sosial, dan spiritual yang dilakukan dengan pendekatan interdisiplin oleh berbagai multi pihak yang dikenal sebagai asuhan paliatif terpadu.

Inisiatif tentang asuahan paliatif sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 34 tahun 2015 tentang penanggulangan kanker payudara dan kanker leher rahim dalam Pasal 6 ayat (1) Penanggulangan Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim dalam bentuk pelayanan kesehatan perorangan meliputi kegiatan yang bersifat kuratif, rehabilitatif dan paliatif dengan tidak mengabaikan tindakan promotif dan preventif perorangan sebagai bagian dari masyarakat. Selain itu terdapat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 812 tahun 2007 tentang Kebijakan Perawatan Paliatif yang dapat menjadi acuan dalam asuhan paliatif

Baca Juga  Ini Konsep Berjamaah dan Ibadah Menurut Amrozi Mufida

Sinergi multi pihak dalam asuhan paliatif diperlukan di berbagai tingkatan, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa. Oleh karena itu ‘Aisyiyah sebagai organisasi masyarakat sipil dan gerakan perempuan berkomitmen mendukung asuhan paliatif terpadu dan  merasa perlu mengadakan lokakarya tentang asuhan paliatif terpadu yang diikuti oleh multi pihak dan interdisiplin untuk menginisiasi asuhan paliatif di kabupaten Lamongan .

Lokarya Asuhan Paliatif Terpadu  tersebut akan diikuti perwakilan dari beragam pemangku kepentingan, baik SKPD, Penyedia layanan kesehatan, CSO terkait asuhan paliatif, organisasi profesi, swasta, dan pihak lain yang terkait asuhan paliatif di  Lamongan.

Sedangkan narasumber yang akan memberi materi diantaranyta dari Dinas Kesehatan materinya tentang Asuhan Paliatif di Kabupaten Lamongan, Ketua Pusat Pengembangan Paliatif RS Dr. Sutomo mataterinya terkait Pembelajaran dari Good Practise Implementasi AsuhanPaliatifTerpadu di RS Dr. Sutomo.

Selain itu juga narasumber dari ‘Aisyiyah dengan materi  Sinergi Multi Pihak dalam Asuhan Paliatif Terpadu  serta dari Penyintas materinya tentang pengalaman, kebutuhan dan masalah yang dihadapi selama menghadap penyakit kanker. (LIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here