Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

silaturahmi

Upaya Muhammadiyah Cabang Lamongan Mengatasi Kelangkaan Silaturahmi

MuhammadiyahLamongan.com – Saat ini kegiatan silaturahmi secara fisik menjadi sesuatu yang sangat langkah. Hal itu, disampaikan Mulyono AR Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lamongan pada saat Kajian Rutin PCM Lamongan, Jum’at (20/10) malam, bertempat di Masjid Nashir Bin Ibrahim Muhammadiyah Made, Lamongan.

Menurut, Mulyono minimnya silaturahmi secara langsung disebabkan semakin majunya perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat. Pasalnya, sekarang orang lebih mudah untuk memanfaatkan media sosial cukup bergabung di salah satu aplikasi group.

“Semisal saat ini orang mau minta maaf cukup dengan mengirim pesan melalui media sosial, pesan akan lansung diterimah secara cepat tanpa perlu bertatap muka dengan orang yang bersangkutan,” imbuhnya.

Lebil lanjut, Mulyono menilai kegiatan pengajian rutin yang di selenggaran oleh PCM Lamongan setiap satu pekan sekali tanpa mengurangi pertemuan fisik sebagai bagian dari upayah untuk mempertahankan nilai-nilai silaturahmi menjaga ukhuwa yang dianjurkan oleh agama islam.

Seperti yang tersirat di dalam QS. Al Hujurat ayat 13 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal”, jelasnya.

Hal senada, juga disampaikan Abdul Hamid Muhanam Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan selaku narasumber yang didatangkan kajian kali ini, bahwa masjid di didirikan bukan hanya untuk kegiatan ibada ritual semata.

Dia menginginkan, masjid juga harus digunakan untuk meningkatkan amal ibadah sosial, seperti melakukan kegiatan seperti ini kajian rutin menjadi bagian dari ibadah sosial. Pasalnya, Masjid ini bukan hanya di bangun secara megah tetapi didalamnya wajib dimakmurkan.

Selain fungsi masjid digunakan untuk melakukan sholat jama’ah, masjid hàrus digunakan untuk mengkaji ilmu agama. Dia berharap, orang yang aktif ikut pengajian agar mampu mendalami ilmu agama dengan baik serta dalam menjalankan ajaran islam secara kaffah, tutupnya. (red/*)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Prihatin dengan “Kids Jaman Now”, Begini Cara MI Muhammadiyah 6 Tebluru Menghindarinya

Next Post

MASTA IMM UNISDA: Tak Kenal Maka Ta’aruf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share