Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Warga Muhammadiyah Harus Memiliki Kesholehan Individu, Sosial Dan Intelektual

muhammadiyah-paciranMuhammadiyahLamongan.com – Menjelang datangnya bulan suci  Ramadhan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kandang Semangkon, desa Kandang Semangkon kecamatan Paciran kabupaten Lamongan menggelar  Tabliq Akbar.

Selain dihadiri Angkatan Muda Muhammadiyah, Tabliq Akbar tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat, Muhammad Anwar Ketua Cabang Muhammadiyah (PCM) Paciran,  KH DR. Syamsuddin. MA. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Dalam sambutannya Muhammad Anwar menekankan untuk tetap komitmen terhadap keputusan Tarjih  Muhammadiyah untuk melaksanakan awal puasa Ramadhan. “Kita harus tetap komitmen terhadap keputusan Tarjih karena kita merupakan warga Muhammadiyah” kata Muhammad Anwar

Sedangkan KH DR. Syamsuddin. MA. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dalam ceramahnya mengatakan ada 3 hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia, yaitu kesholehan individu, kesholehan sosial, dan kesholehan intelektual.

“Kesholehan individu meliputi ibadah ibadah yang berhubungan dengan habluminallah, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan Allah, seperti sholat, zakat,puasa dan haji . Sedangkan kesholehan sosial menyangkut habluminnas atau yang berhubungan  dengan antar manusia. Maka harus memperbanyak beramal sholeh terhadap sesama”  terang KH DR. Syamsuddin. MA

Kesholehan sosial adalah bagian dari ihsan, perwujudan dari iman dan ihsan, karena nya kesempurnaan agama setiap manusia indikatornya adalah keselarasan antara habluminallah dan habluminnas

Lebih lanjut, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini menegaskan bahwa derajat keimanan akan ke titik paripurna manakala telah memiliki Kesholehan intelektual.

Fenomena orang orang cerdas yang menjadi pejabat kemudian  korupsi disebabkan  tidak adanya kesholehan intelektual  dalam diri orang tersebut. Sebagai mana surat Al Mujadilah ayat 11,  Allah dengan tegas membedakan derajat kemanusiaan.

Sementara terkait puasa Ramadhan,  KH DR. Syamsuddin. MA mengatakan pada intinya makna puasa adalah kesempurnaan tauhid sebagai mana tafsir surat Al Baqoroh ayat  183 – 187, yaitu terkait perintah menjalankan puasa  Ramadhan, diturunkanya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia,  dan tentang do’a yang dipanjatkan kepada Allah.

“Orang-orang yang menghayati dan betul-betul memahami arti berpuasa akan merasakan kesempurnaan Tauhid” jelas KH DR. Syamsuddin. MA.  (red/ Kontributor Nafik)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Anak Adalah Perhiasan, Didiklah Agar Jadi Penyejuk Hati

Next Post

Jalin ukhuwah, PDPM Lamongan Gelar Futsal Dengan Tim PDPM Sidoarjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share