Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

50 Calon Siswa Ikuti Fortasi SMKM 6 Modo Yang Ceria

Muhammadiyahlamongan.com – Kesan gembira dan penuh keakraban mengiringi 50 calon siswa Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMK M) 6 Modo dalam Forum Taaruf Siswa (Fortasi) selama 3 hari yang di tempatkan di Bumi Perkemahan Mangrove, Kec. Jenu, Kab. Tuban.

Dalam kegiatan yang dimulai tanggal 20 hingga 22 Juli 2016, peserta mendapatkan beberapa materi, diantaranya pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan program jurusan dan output sekolah.

Sedangkan untuk pemandu selama pelaksanaan Fortasi, pihak SMKM 6 Modo mendatangkan motivator nasional, Aris Setiawan,CH, C.Ht sebagibpemandu 50 siswa yang ikut sebagai peserta.

Dalam pelaksanaannya, pemandu memberikan 70 % materi fortasi di dominasi dengan game dan role playing. Tujuan agar tercipta suasana akrab dan menyenangkan antara siswa baru dan guru.

Kepala Sekolah, Mohamad Suud, menyampaikan bahwa Fortasi (masa orientasi dan taaruf siswa) bertujuan memberikan kesan positif dan menanamkan dalam diri peserta, bahwa mereka tidak salah masuk sekolah.

“Untuk itu, metode yang kami terapkan adalah bersenang senang, tentu dengan target dan output yang sudah kami siapkan,” kata Mohammad Suud, Kamis (21/07)

Sehingga, selama pelaksanaan fortasi tidak ada unsur, tekanan, intimidasi, hukuman, dan jauh dari kesan perpeloncoan.

“Fortasi bukan ajang menakut nakuti,” tambah Muhammad Suud.

Sementara, selain pelaksanaan Fortasi SMKM 6 Modo, secara bersamaan juga dilangsungkan DIKLAT CALON DEWAN AMALIYAH, HIZBUL WATHAN, QOBILAH SMKM 6 MODO.

Sedangkan materi yang di berikan menyangkut Kepemimpinan, Team Work, ke- Hizbul Wathon an (HW), Al-Islam, juga ice breaker dan game.

Kegiatan yang melibatkan para alumni dari SMKM 6 Modo dan mantan dewan amaliyah tersebut juga mendatangkan pemateri pakar pendidikan, M. Qodirun Abdurrohim, M.Pd.I., mubaligh nasional Hadi Sucipto, M.Pd.I dan Trainner, Aris Setiawan. (Fadhl/suud/red).

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Sejarah Itu Tidak Murah

Next Post

Sejarah Itu Tidak Murah (Bagian 2)

Comments 2
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share