MuhammadiyahLamongan.com– Pagi itu, lantunan takbir masih menggema syahdu, menyisakan getaran damai di setiap sudut Desa Labuhan. Di tengah momentum Hari Raya Iduladha 1447 H, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Labuhan kembali menorehkan cerita indah tentang gotong royong dan ketulusan. Tahun ini, mereka sukses menghimpun 17 ekor sapi dan 74 ekor kambing untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat. Acara penyembelihan hewan qurban berlangsung pada Rabu (27/5/2026)
Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas laporan panitia. Bagi warga Labuhan, setiap ekor hewan yang terhimpun adalah wujud nyata dari cinta yang membumi.
Ronal Aziz, salah satu panitia Iduladha, dengan mata berkaca-kaca menyampaikan rasa syukurnya. Melalui tiga masjid yang bergerak bersama—Masjid Al-Falah, Masjid Darussalam, dan Masjid Aisyiyah— uluran tangan para pekurban mengalir tanpa henti.
“Alhamdulillah, kepercayaan jamaah begitu luar biasa. Hewan-hewan qurban ini nantinya akan disembelih di tiga titik, yaitu Masjid Al-Falah, Masjid Darussalam, dan Alun-Alun Muhammadiyah di Dusun Kentong,” ujar Ronal dengan nada suara yang penuh rasa takzim.
Dari Hati yang Tulus, Menyapa Mereka yang Membutuhkan
Lebih dari sekadar ritual, Iduladha di PRM Labuhan adalah tentang merajut kembali jalinan kemanusiaan yang barangkali sempat renggang oleh kesibukan duniawi. Daging qurban ini tidak akan berakhir di lemari es mereka yang berpunya, melainkan mengalir menjadi kebahagiaan di 1.278 rumah warga Desa Labuhan.
Tidak hanya itu, panitia memberikan perhatian khusus dengan menyiapkan 396 paket qurban terbaik untuk fakir miskin dan anak-anak yatim. Bagi mereka, hari ini bukan sekadar hari makan daging, melainkan hari di mana mereka merasa dipeluk oleh kepedulian sesama. Hari di mana mereka tahu, mereka tidak berjuang sendirian.
Di Balik Setiap Tetes Darah Qurban: Mengetuk Pintu Surga
Mengapa orang-orang ini rela merogoh koceknya, menyisihkan sebagian rezeki yang mereka cari dengan peluh keringat untuk membeli hewan qurban? Jawabannya ada pada keindahan janji-Nya.
Bagi seorang shahibul qurban (orang yang berqurban), ibadah ini adalah sebuah deklarasi cinta kepada Sang Pencipta. Mengorbankan sesuatu yang kita cintai—harta duniawi—adalah cara terbaik untuk meruntuhkan keangkuhan dan sifat kikir yang seringkali bersemayam di dalam dada.
Setiap bulu dari hewan yang diqurbankan adalah kebaikan. Setiap tetes darah yang mengalir ke bumi adalah penggugur dosa dan pembuka pintu-pintu rezeki yang lebih berkah dari arah yang tak disangka-sangka. Ibadah qurban mengajari kita sebuah seni kehidupan yang indah: bahwa harta tidak akan berkurang karena berbagi, justru ia akan abadi ketika dilepaskan dengan ikhlas.
“Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan mencapai (keridhaan) Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37)
Menjemput Bahagia dengan Memberi
Saat pisau qurban digoreskan, ada harapan yang melambung tinggi. Saat paket daging diantarkan ke rumah-rumah bambu pengetuk pintu langit, ada doa-doa tulus yang mengetuk pintu arsy.
Apa yang dilakukan oleh PRM Labuhan dan para pekurban tahun ini adalah sebuah pengingat universal bagi kita semua: Bahwa kebahagiaan tertinggi dalam hidup bukanlah saat kita berhasil menggenggam dunia, melainkan saat tangan kita mampu merangkul dan mengukir senyuman di wajah orang lain.
Dari Alun-Alun Muhammadiyah Dusun Kentong, aroma kebaikan itu menguar, menginspirasi siapa saja yang mendengarnya untuk terus menjadi manusia yang bermanfaat. Selamat Iduladha 1447 H, semoga keikhlasan senantiasa mendiami hati kita.
Penulis: Amira, Editor: Ma’in
