muhammadiyahlamongan-Pimpinan Daerah Muhammadiyah  (PDM) Lamongan, Rabu (14/8) melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan Klinik Muhammadiyah di Desa Baturono Kecamatan Sukodadi Lamongan.

Dalam sambutanya Ketua PDM Lamongan,Shodikin M.Pd mengakatan rasa syukur karena telah dipertemukan dengan orang-orang yang  merencanakan sesuatu yang baik yaitu  melakukan proses pembangunan klinik Muhammadiyah.

“Dan saat ini telah dilakukan  peletakan batu pertama terhadap pembangunan klinik Muhammadiyah di Baturono ini” kata Shodikin MPd yang juga  menyerahkan bantuan stimulan sebesar Rp  300 juta untuk pembangunan klinik Muhammadiyah di wilayah Kecamatan  sukodadi itu.

Menurutnya  Muhammadiyah adalah pencerahan pikir ( Tanwirul Afkar ) dengan mengedepankan otak yang cerdas untuk berfikir, wujud dari tersebut Muhammadiyah memiliki 2 perguruan tinggi, yaitu  Universitas Muhammadiyah Lamongan dan  STIE Ahmad Dahlan

“Semua itu masih belum cukup, karena masih perlu sehat sehingga perlu dibangun klinik supaya semua warga Muhammadiyah sehat semua, itupun masih belum cukup karena perut harus kenyang sehingga perlu gerakan ekonomi, dalam hal ini Muhammadiyah sudah mempelopori dengan pertenakan ayam petelur modern di Puncak Wangi Babat menyusul pembangunan SPBU di Tuban yg direncanakan sebagian saham dialokasikan untuk warga Muhammadiyah” terang Shodikin MPd.

Baca Juga  LAZISMU : Untukmu Ustadz dan Ustadzahku

Ini, lanjutnya,  merupakan komitmen dari PDM untuk mencerdaskan warga Muhammadiyah terutama cerdas yang ke 5 yaitu cerdas finansial, jadi warga Muhammadiyah tidak hanya religi, sehat, sosial,cerdas, tapi juga berfinansial.

Di sisi lain Shodikin M.Pd juga menyebutkan Muhmmadiyah Lamongan membuktikan bahwa da’wah dan sosialnya mempunyai potensi yang sangat besar,  sebagai contoh hewan kurban dari warga Muhammadiyah tahun ini  ada 1200 ekor sapi, 4000 ekor kambing. Dan jika rata-rata  harga sapi 20 jt dan harga kambing rata-rata  2 jt maka totalnya sebesar Rp 33 M.

Baca Juga  IPM Harus Jadi Pelopor Penghafal Al Qur’an

“Angka Rp 33 M andai disemai dari peternak Muhammadiyah, maka akan berpengaruh pada pendapatan dan penghasilan warga Muhammadiyah, dan jika dibagi ke warga Muhammadiyah akan berdampak untuk penambahan konsumsi yg bergizi, bahkan manfa’at tersebut dirasakan bukan hanya warga Muhammadiyah saja” paparnya.

Sedangkan, Dalam laporan panitia yang sekaligus Ketua PCM sukodadi, Musta’in, S.Pd menyampaikan bahwa klinik akan dibangun di atas tanah 3000 meter persegi di Desa Baturono Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan merupakan tanah wakaf dari keluarga (almarhum) H. Nosen almarhum yang  dimotori Bapak Agus Suyatno.

“Dan di area yang sama masih ada sisa tanah seluas kurang lebih 2000 meter persegi, rencananya akan dibangun masjid dan rumah tahfidz” ungkap Musta’in, S.Pd.

Selain peletakan batu pertama pembangunan klinik Muhammadiyah  juga dilakukan  Bakti Sosisal (Baksos) diantaranya pemotongan daging kurban 1 ekor dari lazismu. 3 ekor kambing, dan 120 paket daging dari lazismu, dengan total ber jumlah 350 paket.

Serta pengobatan masal gratis dn sebagai pelaksana MPKU RSM yan dimotori oleh Dr. Manaf dengan sasaran 350 pasien bahkan akan melayani  lebih jika ada yang  berobat melebihi kapasitas. (LIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here