Katua LIK PDM Lamongan, Hanif M memberikan penghargaan pada Irvan Saefullah (baju batik hijau) sebagai pemenang lomba menulis opini

muhammadiyahlamongan.com– Irvan Saefullah, pemenang lomba menulis opini yang digelar Lembaga Informasi dan Komunikasi (LIK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lamongan  dalam rangkaian Milad Muhammadiyah ke 109 berharap generasi muda terus mengembangkan kreatifitas dalam  berdakwa.

“Di era milinial seperti saat ini, sebenarnya semakin banyak media  untuk berdakwa, diantaranya dengan memanfaatkan media sosial atau media massa sebagai alat untuk berdakwa” kata Irva Saefullah, Selasa (27/11).

Di media sosial dan media massa, lanjutnya, generasi muda dapat menulis atau mengupas tentang ajaran Agama Islam, gaya hidup  yang  Islami, pergaulan yang benar serta hal-hal lain yang sesuai aturan Al Qur’an dan Hadis.

“Kita juga bisa menulis opini yang bermaanfat bagi perkembangan di segala bidang, termasuk untuk kesejahteraan sosial” kata Pria yang juga Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM)  Lamongan itu.

Irvan, panggilan  Irva Saefullah sendiri berhasil menang dalam lomba menulis opini digelar LIK-PDM Lamongan dengan karya opininya yang berjudul Tajdid dan Dakwah Muhammadiyah di Era Big Data.

Menurut salah satu tim penilai, Komari, dalam opini berjudul Tajdid dan Dakwah Muhammadiyah di Era Big Data, Irvan menuliskan ada kejadian unik, ketika suatu toserba membuat promo beli 1 kg pet food (makanan kucing) gratis 1 pack teh celup.

Baca Juga  Cegah Bakteri Difteri Menyebar, Ponpes AL-Mizan Adakan Penyuluhan dan Vaksin Kepada 500 Siswa

“Usut punya usut, dari data yang mereka kumpulkan di pembelian-pembelian sebelumnya. Ternyata banyak sekali pelanggan yang membeli pet food dan teh celup secara bersamaan. Ditemukan fakta bahwa biasanya orang yang memelihara hewan sering berkumpul bersama komunitasnya sambil menikmati teh.  Berkat inovasi dan data tersebut, penjualan di toserba tersebut naik pesat karena promo yang dilakukan tepat sasaran. Lebih jelasnya, seperti itulah pemanfaatkan big data dalam skala kecil” kata Komari yang membacakan sebagian dari tulisan Irvan.

Dalam tulian Ketua Umum PD IPM Lamongan itu, lanjutnya, Big Data bukanlah sebuah teknologi, teknik, maupun inisiatif yang berdiri sendiri. Big Data adalah suatu trend yang mencakup area yang luas dalam dunia bisnis dan teknologi. Big Data menunjuk pada teknologi dan inisiatif yang melibatkan data yang begitu beragam, cepat berubah, atau berukuran super besar sehingga terlalu sulit bagi teknologi, keahlian, maupun infrastruktur konvensional untuk dapat menanganinya secara efektif. Dengan kata lain, Big Data memiliki ukuran (volume), kecepatan (velocity), atau ragam (variety) yang terlalu ekstrim untuk dikelola dengan teknik konvensional.

Baca Juga  43 Calon Ketua HW Jatim Diperebutkan

“Salah satu penjelasan paling mudah dimengerti tentang big data adalah pengumpulan dan penggunaan informasi dari berbagai sumber untuk membuat keputusan yang lebih baik. Big data bisa dibilang sebagai sebuah konsep tentang kemampuan kita untuk mengumpulkan, menganalisa, dan mengerti jumlah data yang cukup besar yang datang setiap harinya” terang Komari yang juga seorang jurnalis di sebuah media terbitan Kota Surabaya itu.

Di dalam tulisan opini karya Irvan itu, juga menjelaskan penggunaan internet yang begitu massive membuat organisasi tak bisa lagi hanya mengandalkan langkah-langkah pemasaran yang lama dan tradisional untuk tetap bertahan. Diperlukan metode terkini untuk menyeimbangkan kondisi pasar, yaitu Big Data. Organisasi perlu melihat Big Data sebagai suatu keharusan, karena Big Data mampu mengolah dan merangkum data dari sumber manapun, yang tentunya dibutuhkan untuk kelangsungan setiap organisasi. (LIK PDM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here