MuhammadiyahLamongan.com – Para pendidik Muhammadiyah Cabang Pucuk Kabupaten Lamongan dikumpulkan dalam satu ruangan oleh Majelis DIKDASMEN PCM Pucuk. Kegiatan ini dilaksanakan di aula gedung dakwah Muhammadiyah Pucuk pada hari Kamis ( 7/4/2022). Berkumpulnya para pendidik Muhammadiyah ini bernama Baitul Arqam Dasar. Sejumlah 148 guru terdiri dari kepala dan guru KB, TK ABA, SDM, MIM, SMPM, dan MTsM secabang Pucuk hadir menjadi peserta BAD ( Baitul Arqam Dasar ) sebanyak 80%.
“Sebanyak 148 guru Muhammadiyah di Cabang Pucuk terdaftar menjadi peserta Baitul Arqam Dasar, dan yang sudah hadir dalam ruangan ini kurang lebih 80% guru“ ungkap A.Masyhuri saat sambutan ketua panitia kegiatan Baitul Arqam Dasar ini.
“Para guru yang berhalangan hadir dikarenakan sakit dan menjalani perawatan. Semoga guru-guru tersebut diberikan kesembuhan oleh Allah SWT sehingga dapat beraktifitas dengan sehat dan dapat menjalankan tanggung jawabnya mendidik serta mencerdaskan putra putri bangsa” lanjut bapak dari 3 anak ini.
Baitul Arqam Dasar kali ini bertemakan “Pendidik Persyarikatan yang Sejati, Menuju Pucuk Berkemajuan”. Huri panggilan akrab A.Masyhuri mengatakan ”Tujuan baitul arqam Dasar ini dilaksanakan untuk meneguhkan pendalaman ideologi Muhammadiyah dan meningkatkan motivasi para guru dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa di persyarikatan Muhammadiyah”.
Selanjutnya ketua PCM Pucuk A.Sanusi dalam sambutanya mengatakan ”Dalam kegiatan BAD ini wajib diikuti oleh para pimpinan dan karyawan AUM ( amal usaha Muhammadiyah). Karena kegiatan ini akan berlangsung dan berpengaruh terhadap tanda tangan SK guru yang diajukan pada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan”.
“Karena guru punya tanggung jawab mendidik putra- putri bangsa untuk memahami dan mengamalkan agama Islam dengan baik dan benar. Sedangkan AUM didirikan Muhammadiyah sebagai sarana Muhammadiyah mencapai visi dan misi persyarikatan maka niatkanlah dalam mendidik dengan ikhlasul amal dan selalu mengasah diri untuk meningkatkan kualitas pribadi”. tambahnya
Materi pertama kegiatan BAD ini tentang peran tauhid dalam kehidupan sehari-hari dengan nara sumber ketua PCM Pucuk, A.Sanusi S.Pd. Dalam materi tersebut A.Sanusi menjelaskan tentang pengertian tauhid.
“Tauhid berasal dari kata وحد– يوحد– توحيدا artinya meng-esakan atau menunggalkan توحيد الله artinya meng-esakan Allah, dalam istilah Ahli kalam adalah mengesakan Allah SWT dalam Dzat-Nya,Rububiyyah-Nya,Uluhiyyah-Nya,Asma dan Sifat-Nya. Allah bersifat Jamal (indah), Kamal (sempurna) dan Jalal (besar/agung). Sedangkan Peran tauhid dalam kehidupan sehari-hari adalah :Tidak mempersekutukan Allah (tidak berbuat syirik), Mencintai Allah SWT, Ikhlas terhadap qodho dan qadar Allah, Bertaubat kepada Allah, dan Bersyukur kepada Allah”.
Suparto nara sumber materi etos kerja guru Muhammadiyah dalam perspektif mengelola AUM pendidikan mengatakan “Guru Muhammadiyah harus punya etos kerja yang bermutu maka dalam kaitan etos kerja tersebut tentunya harus diawali dari internal guru yang bersangkutan. Motivasi intrinsik dari guru tersebut bisa berupa disiplin, penuh tanggung jawab, mengedepankan tugas pendidik sebagai amanah, bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, berikhtiar untuk kemajuan lembaga, dan adanya kerja sama yang harmonis. Insha Allah unsur intrinsik demikian bisa muncul etos kerja yang handal menuju mutu yang membanggakan”.
Pada materi SPM ( Sistem Perkaderan Muhammadiyah ) Fathur Rohim Suhadi, M.Pd. Menegaskan BAD yang dilakukan guru-guru di Pucuk saat ini bukanlah sebuah training atau pelatihan, namun lebih mengarah pada refreshing bagi guru-guru tersebut.
“ Saya menyaksikan guru-guru di sini wajah-wajah aktifis organisasi, mulai dari IPM, IMM, Pemuda Muhamadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Hizbul Wathan, dan Aisyiyah yang sudah punya pengalaman menjadi peserta dan panitia kegiatan Darul Arqam Dasar dan Baitul Arqam Dasar d ortom Muhammadiyah tingkat daerah, maka kegiatan saat ini bukan training lagi melainkan refreshing diri bagi panjenengan”.
Selain itu ketua Majelis Pendidikan dan Kaderisasi PDM Lamongan ini menyampaikan bahwa “Perkaderan tidak akan habis, sebab perkaderan merupakan keharusan bagi suatu organisasi. Maka Muhammadiyah perlu membuka kembali gagasan dan terobosan yang telah dilakukan bapak Djazman Al-Kindi sebagai bapak perkaderan Muhammadiyah”.
“Menurut Djazman Al-Kindi, secara substansial, kader ideal harus memiliki dua karakter yakni man of thinking and man of action. Karakter tersebut dapat dimaknai sebagai manusia yang mampu berpikir dan bertindak. Tujuan dari perkaderan adalah terbentuknya kader Muhammadiyah yang berjiwa Islam berkemajuan serta mempunyai integritas dan kompetensi untuk berperan dalam persyarikatan, kehidupan umat, bangsa dan konteks global. Dan muara perkaderan untuk penguatan ideologi Muhammadiyah ”. tambah Pak Rohim ( panggilan akrab Fathur Rohim Suhadi) ini.
Guru inspiratif dan kreatif dalam perspektif revitalisasi pendidikan adalah Materi terakhir kegiatan BAD ini dengan nara sumber Drs. Lutfhi, M.Pd. Dalam materi ini Luthfi menyampaikan tentang strategi pembelajaran yang wajib melalui pendekatan dengan ciri pemecahan masalah, berbasis proyek, menghasilkan produk, mencari, menemukan, dan menyajikan informasi ( inquiri dan discovery).
Anggota Majelis pendidikan dasar dan menengah ini juga memberikan saran bagi peserta BAD setelah kembali ke madrasanya agar bisa menerapkan pengelolaan kelas yang efektif di madrasah, bantulaah siswa ( khususnya yang lambat belajar) untuk juga bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan belajarnya sendiri melalui pengelolaan pembelajaran yang efektif. ( Listi Iklimah )