Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Piet Hizbullah Khaidir: Pernikahan Dipikirkan 25 Tahun yang Lalu dan 25 Tahun Mendatang

MuhammadiyahLamongan.com – Silaturrahim dan halal bihalal menjadi momentum penting bagi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Pimpinan Daerah Nasiyatul Aisyiyah (PDNA) dalam mempererat tali persaudaraan. Acara tersebut berlangsung pada hari Rabu (1/5/24) di Masjid Asy-syifa’, Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML), dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM).

Selain rangkaian silaturrahim, diselenggarakan juga seminar dengan tema keluarga sakinah. Salah satu pembicara dalam seminar tersebut adalah Dr Piet Hizbullah Khaidir, S.Ag., MA, yang menjabat sebagai Sekretaris PDM Lamongan. Ia tidak hanya dikenal sebagai Sekretaris PDM Lamongan, namun juga sebagai seorang ustadz di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, serta menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI).

Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan gagasan yang menggugah pemikiran banyak orang. “Pernikahan itu harus kita pikirkan 25 tahun yang lalu dan 25 tahun yang akan datang karena kalau kita mau membangun keluarga berarti kita harus mengacu apa yang kita bangun 25 tahun yang lalu dan 25 tahun yang akan datang untuk kita proyeksikan sebagai dasar kita berfikir dan berpijak untuk membangun keluarga yang sakinah,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan seminar tersebut, diharapkan agar Allah senantiasa memberikan petunjuk dan pertolongan dalam menjadikan keluarga sebagai sakinah mawadah warahmah. Para kader persyarikatan diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimilikinya, semangatnya untuk memperkuat institusi keluarga sebagai pondasi utama masyarakat menjadi dorongan bagi banyak orang untuk berpikir lebih jauh tentang pentingnya membangun keluarga yang kokoh dan harmonis. (*)

Reporter M Fahrul Rossy. Editor Moch Muzaki.

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Bupati Lamongan Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah dalam Membangun Generasi Emas

Next Post

Hardiknas: Guru Indonesia yang Mencerahkan dan Memajukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share