
Menurut Su’udi, tantangan dakwah pada masa Rosullah di zaman jahiliyah menghadapi orang-orang kafir.
Kemudian tantangan dakwah pada masa kemerdekaan dilakukan oleh para pemuda melawan penjajahan dari bangsa asing, ujar Su’udi.
Seperti pemuda yang berjuang dan mendorong kemerdekaan seorang pemuda itu harus mampu melihat peluang, kalau ada langsung ditangkap beda dengan orang tua yang terlalu banyak pertimbangan, imbuhnya.
Lanjut Su’udi, tantangan dakwah pemuda pada masa kini menghadapi pragmatisme. Orang itu sekarang cenderung mementingkan dirinya sendiri tanpa berfikir orang sekitarnya apalagi aktif di Pemuda Muhammadiyah.
Su’udi berharap dengan adanya Musyran kali ini akan muncul Ali-Ali baru, muncul Fandhing Father- Fandhing Father baru.
Dalam acara tersebut turut di hadiri oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Pucuk serta para musyawirin Pemuda Muhammadiyah setempat.(Rusli)