Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Seperti Ini Nilai Unggul Muhammadiyah yang Harus Dijaga Mubaligh

MuhammadiyahLamongan.com – Muhammadiyah diusianya yang lebih dari satu abad harus mampu menjaga nilai-nilai unggul di dalam persyarikatan. Selain itu, Mubaligh Pemuda Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai itu.

Nilai unggul dalam Muhammadiyah adalah egalitarianisme hal itu disampaikan Biyanto Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhamnadiyah Jawa Timur pada saat Kajian Jelang Ramadhan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, Kamis (25/5) siang di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan.

Menurut, Biyanto Muhammadiyah tidak mengenal dara biru, perbedaan suku dan latar belakang lainya. Di Muhammadiyah tidak ada kultus individu bahkan terhadap Kiai Dahlan sekalipun, termasuk ketua-ketua umum lainya.

“Di Muhammadiyah itu disiplin, selepas Muktamar disusul, Musywil, Musyda, Musycab dan Musyran serta disiplin waktu pergantian kepemimpinan didasarkan peraturan. Muhammadiyah itu terpercaya menjaga amanah umat, secara periodik memberi laporan keuangan pada organisasi dan publik”, imbuhnya.

Dia menambahkan, di Muhammadiyah itu tidak ada strit hierarchy dalam struktur organisasi, meski ada jenjang kepemimpinan tetapi itu sangat cair dan longgar. Kolektif kolegial tidak bertumpu pada figur, organisasi digerakan berbasis sistem atau peraturan.

Lebih lanjut, Biyanto menjelaskan memiliki etos kerja yang tinggi, sederhana, bersahaja, rajin menabung berkerja sebagai panggilan. Tradisi yang kaya itu organisasi bukan yang kaya individu dan ada etika dalam berorganisasi.

Selain itu, nilai unggul dalam Muhammadiyah itu sedikit bicara banyak bekerja. Etos amal shaleh, pemurah, dermawan, cinta sesama, filantropisme, volunterisme dan menjaga jarak dari politik praktis bagi pimpinan persyarikatan dan yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah, jelas Biyanto.

“Percaya diri dan mandiri, kritis berani mempertanyakan hal-hal yang mapan misalnya arah kiblat, tarwih, qunut, transparansi dan akuntabilitas. Menjadi pelopor kemajuan umat”, tutupnya. (red)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Kajian Jelang Ramadhan, Upaya Pemuda Muhammadiyah Bekali Ilmu Mubalighnya

Next Post

Rembo Siswa SD Muhammadiyah 1 Kedungpring Terpilih jadi Pemain Terbaik Turnamen ESG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share