Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Belajar Mandiri, Kunci Menjadi Pandu HW

hizbul-wathanMuhammadiyahLamongan.com – Pandu Hizbul Wathan  itu harus belajar untuk tidak tergantung dengan orang lain. Pandu Hizbul Wathan  harus dapat menolong dirinya sendiri. Pandu Hizbul Wathan itu harus mandiri,  demikian disampaikan oleh Fathurrahim Syuhadi Ketua Kwarda HW Lamongan pada pembukaan perkemahan di Pondok Modern Muhammadiyah Paciran.

Berkemah jangan samakan dengan di rumah. Karena pada saat  di rumah, semua kebutuhan  anak-anak tercukupi. Anak-anak selalu minta dilayani oleh orang tuanya. Sementara di perkemahan ini semua harus dilaksanakan dengan mandiri. Anak-anak harus belajar antri baik dalam hal mandi, mengambil air wudhu, makan dan sebagainya.Anak-anak pandu Hizbul Wathan  harus belajar menghargai sesama teman.

Lebih lanjut disampaikan Fathurrahim bahwa bila kita sejak dini sudah membiasakan mandiri, maka bila sudah dewasa akan sangat banyak manfaatnya. Dalam mengarungi hidup akan selalu optimis, Bila terbiasa tidak mandiri ke depan akan rugi sendiri.

Kegiatan perkemahan ini dilaksanakan dalam rangka mengisi liburan semester yang diikuti sekitar 300 peserta dari siswa MIM dan MTsM di lingkungan Pondok Modern Muhamadiyah Paciran. Setelah kegiatan pembukaan dilanjut dengan apawai ta’aruf dengan melibatkan empat marchingband dan drumband mengelilingi kampoeng, Terasa sangat semarak syiar Hizbul Wathan  di pantura.

Perkemahan Hizbul Wathan  ini berlangsung selama tiga hari dengan agenda kegiatan lomba, outbond, pembinaan pandu, permainan, jelas Ramanda  Ma’roef Mu’thi pimpinan penyelenggara kegiatan perkemahan ini (Mubarok)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Sosialisasi Program Kerja PCM Babat

Next Post

Peran P2HW Lamongan dalam Misi Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share