Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

IMM Soroti Alih Fungsi Lahan Pertanian menjadi Industri

MuhammadiyahLamongan.com – Struktur baru Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) STIEKHAD (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KH Ahmad) Lamongan adalah orang-orang yang terpilih untuk menjadi komponen pelangsung dan penyempurna Amal Usaha Muhammadiyah.

Sekaligus menjadi basis kader ideologis dalam merespon realitas sosial yang ada di Lamongan hal itu disampaikan Rislu Mukhtadi Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Lamongan saat Pelantikan dan Seminar PK IMM STIEKHAD, Ahad (16/4) bertempat di kampus STIEKHAD Lamongan.

Menurut, Rislu wilayah Lamongan secara ekonomi telah mengalami pergeseran. Pasalnya, pergeseran yang terjadi dari lahan pertanian berubah menjadi indunstri.

“Lahan-lahan hijua atau kawasan pertanian seharus tidak boleh berubah menjadi kawasan induatri. Ia menjelaskan, karena hal tersebut melanggar undang-undang”, tambah Rislu.

Lebih lanjut, Rislu mengungkapkan berdirinya industri-industri baru di Lamongan adalah sebuah kebijakan pemerintah yang ambivalen atau saling bertententangan.

“Disatu sisi pemerintahan Kabupaten Lamongan untuk terus menjadi Kabupaten yang mengusung prinsip kedaulatan pangan atau ketahanan pangan”, ungkapnya.

Disisi lain, Pemerintah gembar-gembor ketahanan pangan. Selain itu, pemerintah sering mengatakan produksi pertahian di kawasan Lamongan menjadi salah satu kabupaten yang tertinggi di Jawa Timur dan pemerintah sering ingin mepertahankannya.

Rislu berharap, seharusnya kawasan atau lahan hijua harus dipertahankan sebagaimana fungsinya. Industri mamang penting tapi harus dialokasikan di zona-zona merah atau kawasan yang kurang produktif.

Selain itu, Rislu menghimbau kader-kader IMM Lamongan “kader IMM Lamongan harus berperan aktif sebagai kontrol sosial. Selain itu, IMM harus berperakan aktif untuk menyadarkan masyarakat, mengingat betapa pentingnya mejaga zona hijau sebagaiman menjaga kedaulatan pangan”, pungkasnya. (Andi)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Qobilah Pondok Pesantren Al Mizan Lamongan Adakan Al Mizan Camp

Next Post

Turba Wilayah 2 Membludak, Peserta sampai Gelar Tikar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share