milad muhammadiyah

MuhammadiyahLamongan.com – Sebanyak 12 anak yang kurang mampu mengikuti Khitanan Massal. Tim Dokter dari Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan sudah berada di ruangan menunggu kehadiran peserta. Gunting dan pisau bedah yang ada di tangan semacam pertanda siap memotong kulup secara melingkar.

Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) serta donor darah dan periksa mata gratis ini merupakan rangkaian puncak peringatan Milad Muhammadiyah ke 105 Tahun digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Ahad (24/12) pagi, bertempat di SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng.

Puluhan anak yang didampingi orangtuanya dimanjakan dengan dipangku sembari menunggu khitanan dilaksanakan. Sementara dokter yang berada di ruangan masing-masing melayani anak satu per satu.

Beberapa diantara anak-anak wajahnya pucat pasi dan terlihat tegang saat menunggu giliran di depan pintu masuk ruang khitan.

Baca Juga  Ingin Tahu Tantangan Dakwah IMM Kedepan, ini Kata Piet Hizbullah

Isak tangis juga sempat memecahkan suasana hening dalam ruangan, seorang ayah mencoba menenangkan anaknya sambil memberikan gadget untuk bermain game agar dapat membuat lupa rasa sakit yang diderita anaknya. “Sakit dikit tapi setelah itu nggak kerasa apa-apa,” terang M Yusuf Ramadhani salah satu peserta khitanan massal yang menangis dari Dusun Glogok, Desa Sumberwudi.

Ia mengaku merasa lebih berani berkhitan karena dilakukan secara massal. “Awalnya saya khawatir merasa takut karena disini temanya banyak jadi lebih berani, kalau sendiri takut,” tambahnya. Selain itu, para anak-anak juga mendapat bingkisan mulai dari sarung, peci, hingga uang saku.

Baca Juga  Sentra Industri Kreatif Saudagar Muda Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PCM Karanggeneng, Satro Jarjo  mengatakan Baksos digelar hari ini merupakan agenda tahunan, kami berupaya kegiatan ini akan terus ditingkatkan.

“khitan hukumnya wajib bagi anak laki-laki muslim yang telah memasuki usia tujuh tahun ke atas. Pasalnya, khitan bagi laki-laki memiliki kemaslahatan,” imbunya.

“Karena itu, anak-anak yang akan mengikuti khitanan tidak perlu takut karena hal tersebut harus dilalui untuk menuju proses kedewasaan atau akil baligh,” jelas Sastro Harjo.

Sekarang biayanya tidak murah jadi kami ingin membantu dan kami siapkan tim dokter yang ahli di bidang ini. Dia juga berharap, khitanan massal seperti ini harus lebih sering diadakan untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan, tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here