Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Menggugah Generasi Cinta Al Qur’an

smk muhammadiyah modoMuhammadiyahLamongan.com – Darul Arqom merupakan salah satu trainning formal di Muhammadiyah termasuk di lembaga pendidikannya,  bertujuan mengokohkan aqidah dan menanamkan ideologi Islam  sesuai Manhaj Muhammadiyah.

Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 6 Modo kecamatan Modo kabupaten Lamongan Darul arqom dilaksanakan secara berjenjang dan sistematis, dengan nama dan silabus berbeda tiap kelas. Untuk kelas X di namakan Baitul Arqom, kelas XI disebut Darul Arqom dan Darul Arqom Paripurna (DAP), diperuntukan kelas XII.

Pengaderan ini dilaksanakan mulai Selasa (21/6) kemarin hingga Sabtu (25/6) mendatang. Darul Arqom ini bertema menggugah generasi cinta Al Qur’an.

Menurut Muhammad Su’ud, Kepala sekolah SMK Muhammadiyah 6 Modo, perlu adanya perhatian serius terhadap generasi pemuda saat ini karena mereka seolah semakin jauh degan Al Qur’an seiring dengan kemajuan zaman. Harapkan dengan adanya Darul Arqom ini sebagai penggugah atau penyemangat agar generasi muda mencitai Al Qur’an.

”Jangan alasan sok sibuk, sehingga tangan (kalian, red) tidak menyentuh sama sekali mushaf suci. Namun Giliran ada HP berdering, langsung saja bergerak dengan cepat. Bukan karena sibuk Anda tidak sempat membaca, tapi karena Kalian jauh dengan Al Qur’an, sehingga membuat sok sibuk” kata Muhammad Su’ud dihadapan peserta Baitul Arqom.

Pria yang juga Sekertaris Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lomongan ini juga menjelaskan, jauh dengan Al Qur’an itu merupakan hukuman bagi  kalian, karena tanpa kalian  menyadari Allah telah mencabut kenikmatan kalian bersama alquran. “Jadi sesungguhnya kerugian yang terbesar, bukan kehilangan harta atau tahta, tapi kehilangan kedamaian bersama mukjizat terbesar sepanjang zaman, yaitu Al Qur’an” jelasnya sambil memandang wajah-wajah siswanya tersebut .

Muhammad Su’ud, sungguh mencengangkan melihat generasi muda Islam yang lebih menggandrungi dunia musik daripada bacaan Al- Quran, dengan dalih dunia musik mempunyai nilai seni tinggi dibanding Al- Quran.

“Ah, itu hanya sekedar retorika pikiran untuk beralasan. Al- Quran tidaklah kalah, Al- Quran jauh memiliki nilai seni yang lebih tinggi. Bukan hanya itu, Al- Quran juga mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam perkembangan otak. Menurut penelitian ilmuwan, sekedar membaca alquran saja, itu membaca efek positif terhdao diri, diantaranya : _bisa mengurangi kepikunan diri, meningkatkan daya ingat dan bisa menstabilkan mental” terang Su’ud, panggilan Muhammad Su’ud serius.

Al-Quran turun secara berangsur, pelengkap dan penyempurna tiga kitab terdahulu. Al-Quran bukan sekedar bacaan, melainkan di dalamnya terdapat sumber dari segala penjuru ilmu, belum lagi dengan susunan kata- katanya yang bernilai sastra tinggi, tak ada satu pun manusia meski ia dinobatkan sebagai penerima nobel sastra yang mampu menandingi Al- Quran. (rillis SMKM 6 Modo)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

IPM Dihimbau Manfaatkan Seni Dalam Berdakwah

Next Post

Jadikan Perkaderan Sebagai Budaya Organisasi

Comments 4
  1. informasi berisikan dakwah. Tema kegiatannya kontekstual dan saya fikir kekinian.
    Semoga muhammadiyah melalui smk m 6 modo bisa menjadi media dakwah yg kreatif dan inovatif. Bukan primitif yg termakan oleh zaman atau over aktif yg meninggalkan dasar perjuangan dan yg diperjuangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share