Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

MPK PCM Babat Bersinergi dengan Majelis Terkait Untuk Menyiapkan Perkaderan

1 min read

photo_2017-01-09_11-26-32MuhammadiyahLamongan.com – Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Cabang Babat, Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Cabang Muhammadiyah Babat mengadakan koordinasi antar unsur Pembantu Pimpinan untuk menyiapkan kegiatan Perkaderan. Kegiatan ini dihadiri unsur Majelis Dikdasmen, Majelis Ekonomi, Majelis PKU dan PCM Babat.

Pada pertemuan ini yang dipimpin ketua MPK PCM Babat, Yusuf Ismail telah dipaparkan program kerja MPK dan point-point program yang bisa bersinergi dengan majelis terkait.  Setidaknya ada tiga point yang saling terkait dalam program perkaderan yang bisa dilaksanakan bersinergi dalam pengembangan Sumber Daya Muhammadiyah yakni baitul arqom, ideopolitor dan kajian atau dialog tentang perkaderan, kemuhammadiyahan dan kebangsaan.

Lebih lanjut disampaikan Yusuf Ismail bahwa semangat berfastabiqul khoirot yang akhir-akhir ini terus berdengung. Hal ini  membuat para aktivis persyarikatan Muhammadiyah berpikir kritis dan menjadi spirit tersendiri untuk menyelamatkan potensi kader-kader yang luar biasa saat ini.  Peran ini harus diambil oleh MPK.

Tidak hanya masalah program saja yang menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi ini. Buku Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM) juga menjadi bahan dialog yang cukup menarik. Paparan tentang inti dari buku SPM disampaikan oleh Aminullah Fatkhur Roziqi, Sekretaris MPK PCM Babat. Secara tegas ada perbedaan istilah Baitul Arqom dan Darul Arqom. Kegiatan Baitul Arqom untuk tingkat PPM dan PWM, sedangkan Baitul Arqom untuk tingkat PDM, PCM dan PRM, jelas Aminullah.

Dalam pandangan dr. H. Agus Pramono, wakil ketua PCM Babat yang membidangi MPK bahwa hadirnya sebuah gerakan perkaderan yang sistematis, komprehensif dan berorientasi ke depan sudah menjadi ujung harapan Muhammadiyah sebagai organisasi kader.  Lebih lanjut disampaikan Agus Pramono bahwa  realitas pergerakan ideologi, politik dan gerakan Islam yang senantiasa berubah mengikuti arus global akhir-akhir ini, harus kita sikapi dengan antisipasi yang tepat guna memberikan respon yang kritis tanpa harus meninggalkan nilai-nilai ideologi Muhammadiyah yang luhur. (Red)

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *