Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Muballigh Bekerja Seperti Dokter

MuhammadiyahLamongan.com – Gelombang ke-8 Pelatihan Peningkatan Kualitas Muballigh (PKM) Muhammadiyah, kali ini dilaksanakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sugio, 7/4/2018.

Ketua Panitia, Wasito mengungkapkan bahwa kehadiran peserta sesuai dengan yang diharapkan yaitu 90 peserta. “Kami sangat bersyukur, karena usaha keras untuk mensukseskan kegiatan ini mendapat respon dari muballigh, pimpinan ranting dan takmir masjid”,” lapornya dalm sambutan pembukaan di aula SMA Muhammadiyah 10 Sugio.

Diiringi dengan tim paduan suara SMAM Voice, yang ditampilkan oleh Siswa-siswi SMA Muhammadiyah 10 Sugio, menambha suasana sahdu mengalir dalam nadi.

Sementara itu, di tempat yang sama, M. Ghufron menyampaikan bahwa muballigh bertugas melanjutkan risalah Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw, maka menjadi muballigh adalah tugas mulia dan agung. “Terimalah status muballigh ini dengan bergembira, jangan berat hati,” pesannya. Selain itu, lanjut wakil sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), muballigh jangan berhenti belajar, karena tugas muballigh sangat komplek dan multidimensi.

“Muballigh tidak hanya dituntut pandai khutbah, tapi harus berkemampuan di atas rata-rata, sehingga informasi yang disampaikan selalu segar,” tandas pengurus panti Muhammadiyah Lamongan ini.

Ghufron mengingatkan agar muballigh meniru cara kerja dokter, sebelum memberi obat harus di diagnosa dulu. “Begitu juga da’i, harus tahu lapangan, harus memahami kebutuhan, setelah itu baru menyiapkan materi yang dibutuhkan,” urai mantan sekretaris Majelis Tabligh PDM Lamongan ini.

Di bagian akhir materi, Ghufron menekanan kembali bahwa kader Muhammadiyah boleh menyebar menjadi apapun, tapi setelah itu kembalilah ke Muhammadiyah, menjadi penguat dan penggerak.

PKM, sebagai rangkaian perkaderan bagi Muballigh dilaksanakan secara bergilir di tingkat cabang baik berkelompok maupun mandiri yang di inisiasi oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan.

(Mohamad Suud)

 

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Doa Bersama Mulia, ini Pesan Kasek SMA Muhammadiyah 08 Sukodadi Jelang UNBK

Next Post

Ada Masalah, Kencangkan Doa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share