MuhammadiyahLamongan.com – Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah tantangan dakwah yang semakin hebat dan semakin kompleks. Tantangan itu muncul dalam berbagai bentuk prilaku masyarakat modern.

Pentingnya membangun sebuah dakwah komunitas hal itu disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Najib Hamid saat Kajian Jelang Ramadhan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Lamongan, Kamis(25/5) siang di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan.

Menurut, Najib semakin kompleksnya tantangan dakwah saat ini. Sehingga pentinya untuk membuat metode sebuah dakwah. Pasalnya, dakwah dengan kaum intelektual tentu berbeda dengan dakwah di lingkungan pelacur.

Baca Juga  Seperti Ini Nilai Unggul Muhammadiyah yang Harus Dijaga Mubaligh

Komunitas intelektual tentu berbeda dengan komunitas pelacur, ” Kepada siapa dakwah itu diberikan jelas berbeda cara dan isinya”, tambahnya.

Ia mencontohkan, pengalamanya saat menemui dan mewawancarai pelacur. Permasalahan ekonomi menjadi alasan utama bagi seorang pelacur. Maka perlunya metode dakwah pemberdayakan ekonomi di lingkungan itu .

Lebih lanjut, Najib mengungkapkan dakwah itu jangan langsung menghakimi, Dalam prakteknya dakwah itu menimbulkan problem baru. Dia menjelaskan, seperti dakwah yang membubarkan suatu pengajian.

Baca Juga  Peduli Korban Gempa di Lombok, IPM Lamongan Galang Dana Bantuan

“Prinsip dakwah itu menggembirakan dan memudahkan jangan sampai bikin malah menjauh. Pasalnya, dakwah itu mengajak bukan menghakimi”, jelasnya.

Didepan 100 peserta, Dia berharap pada kader Pemuda Muhammadiyah jangan diam saja harus berdakwah, harus membentuk kelompok. Kalau pendakwah itu baik, konsep bagus pimpinan solid di manajemen dengan baik pasti akan memperoleh hasil yang bagus, pungkasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here