
“Saya bangga, Almizan sudah melakukan apa yg dirintis KH.Ahmad Dahlan.,” kata Dr. H. Masykuri, M.Ed, ketua Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren PP Muhammadiyah dalam pidatonya.
Di tambahkan Dr. Masykuri, saat ini LP3M berharap ada 10 ciri lulusan Ponpes Muhammadiyah, yakni bertaqwa kepada Allah, bermu’amalah hasanah, berakhlak mulia, mampu membaca Alquran lancar, memahami makna dan isinya, mampu menghafal minimal 5 juz, tamatan diharapkan punya kemandirian berwirausaha, hafal surat pilihan 250, mampu berbahasa Arab dan inggris, bisa menjadi muballigh dan muballighat, menjadi Imam Sholat, memiliki ketrampilan public speacking serta memiliki kemampuan membaca hasanah kitab klasik.

Dalam sambutannya tersebut Dr. Masykuri sempat menyampaikan kembali pesan dari KH. A Dahlan kepada santri, yakni “Jangan pernah merasa capek mengabdi kepada Muhammadiyah,”. Lanjutnya.
Sementara, dari semua santri yang diwisuda menurut Kepala Sekolah MAM 9, sebanyak 60 santriwan dan santriwati bahkan sudah melaksanakan pendidikan kader selama 6 tahun.
“Semoga mereka dapat mengamalkan ilmunya, dan bisa melanjutkan kejenjang perguruan tinggi, dan ada kemandirian pada santri,” Harap Mujianto, M.PdI. Kepala Sekolah MAM 9.
Namun sayangnya, dalam acara Akhirussanah dan tabligh akbar yang di selenggarakan Ponpes Almizan tersebut tidak ada satupun Pimpinan Daerah Muhammadiyah hadir di tengah ratusan santri dan wali santri. Sampai berita ini di tulis belum ada keterangan pasti dari ketidakhadiran PDM. (Fadh)