Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Waspadai Amalan yang Tertolak

1 min read

muhammadiyahlamongan.com- Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Fatih Futhoni mengajak warga Muhammadiyah untuk menjaga keikhlasan niat dalam beramal sholeh dalam kehidupan sehari-hari.

 “Jangan sampai besuk di akhirat kita menjadi orang yan bangkrut, karena banyak amalan yang kita anggap mendapat pahala, ternyata nol, disebabkan adanya sifat riya’, ingin dipuji, pamrih kepada manusia, menyebut-nyebut pemberiannya” kata Fatih Futhoni, saat pengajian rutin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Modo, Sabtu (8/12) siang,

Maka, tegasnya, warga Muhammadiyah harus menghindari sifat riya’ pamrih kepada manusia serta penyakit hati lainya untuk menjaga keikhlasan niat dalam beramal sholeh dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut Fatih Futhoni menerangkan  bahwa kunci kebahagiaan keluarga terletak pada seorang ayah yang bertaqwa dan sosok ibu yang taat kepada Suami.

 “Orang tua tidak hanya membuat keturunan biologis, tapi dituntut mampu melahirkan keturunan ideologis. Mewariskan nilai-nilai–cita-cita kepada anaknya,” tandas salah satu pengasuh Ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran ini. 

Menurutnya, seorang ayah yang baik tidak sekedar mencari nafkah saja, tapi hendaknya memikirkan keberlansungan perjuangan.

“Begitu pula seorang ibu, mempunyai peran utama dan pertama dalam pendidikan anak di keluarga”  paparnya.

Fatih mengingatkan, agar para orang tua sebelum meninggalkan dunia ini, memastikan bahwa anak yang ditinggalkan siap menyongsong estafet dakwah, khususnya di Persyarikatan Muhammadiyah.

Sementara itu, Ali Shodiqin, ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Modo, Memompa semangat jamaah, untuk mendukungnya finishing Klinik Muhammadiyah Modo. “Sekarang kami butuh uang untuk melanjutkan relokasi klinik tersebut. Panitia membutuhkan pinjaman dana dalam jangka 3 tahun,” pintanya.

Ali–pangilan akrabnya– mentargetkan 3 bulan lagi klinik bisa operasional. “InsaAllah senantiasa ada kemudahan dan pertolongan-Nya,” tandasnya. 

Seusai acara, puluhan anggota dan Pimpinan antri untuk mendaftar sebagai pemberi pinjaman. 

Pengajian rutin yang digelar PCM Modo tersebut dihadiri Sebanyak 150 peserta, Peserta berasal dari unsur pimpinan ini memadati ruang utama masjid Darul Arqom. (Mohamad Suud)

Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *